Friday, December 20, 2013

Secret Santa 2013: The Present and The Riddle :)


Ini dia hari yang ditunggu-tunggu. Saatnya posting riddle Secret Santa! Ini pertama kalinya aku ikut event SS. Seru banget ikut nebak-nebak SS dari BBiers yang lain.

Tentang SS ku sendiri….

Sebentar ya, sebelum posting foto buku dan riddlenya, ada yang mau diceritain dulu. Pada zaman dahulu… *lah malah dongeng. Dalam event SS ini, para SS melihat alamat targetnya di data BBI yang sudah tersusun. Sadar kalau alamatku di situ adalah alamat rumah, padahal aku sedang merantau, aku pun menyunting datanya agar kado nggak salah alamat. Aku cukup yakin dataku yang baru sudah tersimpan. Jadi selanjutnya aku santai-santai saja menunggu kado dari SS.

Hingga suatu sore….

Ibuku menelepon kalau ada paket yang baru sampai ke rumah. Aku tanya isinya apa. Benar saja, itu buku yang ada di rak wishlist!! Wah beneran salah alamat ni, hehe… Aku langsung buka facebook dan ternyata data baruku belum tersimpan. Huhu… Langsung saja aku minta tolong orang rumah untuk mengirimkan buku itu ke kantor. Deg-degan juga apa bisa sampai tepat waktu. Syukurlah, kadonya sampai pas banget di hari posting bareng riddle!

Dan ini dia bingkisan dari SS :)

Thursday, November 28, 2013

GA dari Lamunyata

Bulan November ini banjir giveaway!! Sudah tentu saya nggak mau ketinggalan. Walaupun sudah mendekati deadline, tetap ngejar mau ikut semua XD

Salah satu hostnya adalah Melody Violine dari blog Lamunyata. Ada buku Suite Francaise karya Irene Nemirovsky. Saya sendiri memang pengen banget baca buku ini. Jadi semoga saya yang dapat! ;p Tapi tenang aja, saya bakal tetep bagi info kok. Yuk yang mau ikutan klik di sini.


Awalnya, Irène Némirovsky, novelis ternama Prancis, berencana menulis novel yang terdiri dari lima bagian. Pada Juli 1942, Irène ditangkap tentara Nazi, dipenjara di Pithivier dan kemudian Auschwitz. Di sana kelak dia tewas di kamar gas.

Enam puluh tahun lamanya naskah tersebut tersimpan rapat dalam sebuah koper, sampai suatu saat ditemukan anggota keluarganya sekitar tahun 1990-an. Awalnya mereka mengira itu buku harian. Namun, kemudian mereka sadar bahwa itu merupakan bagian dari mahakarya terakhir dalam hidup Irène. Manuskrip itu kemudian diterbitkan dengan judul Suite Française di Prancis pada 2004 dan langsung menjadi sensasi internasional

Wednesday, November 20, 2013

Wishful Wednesday #10


Selamat hari Rabu, mau posting WW dulu sebelum lupa. WW kali ini edisi nostalgia (lagi)...

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Siapa yang merasa akrab dengan lirik di ataaaass?? *Generasi 90-an langsung pada angkat tangan* Yap, itu adalah soundtrack dari salah satu sinetron wajib di era 90-an, Keluarga Cemara. Sinetron ini diangkat dari buku karya Arswendo Atmowiloto yang berjudul sama. Baru-baru ini, Gramedia menerbitkan ulang buku ini dengan cover baru. Seri Keluarga Cemara ini terbagi menjadi dua buku. Langsung saja, saya pengen punya buku ini. Dan resmilah Keluarga Cemara menjadi WW saya kali ini.

Friday, November 15, 2013

[Review] The Graveyard Book

Judul: Cerita dari Pemakaman
Judul asli: The Graveyard Book
Penulis: Neil Gaiman
Penerjemah: Lulu Wijaya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Maret 2013
Tebal: 351 hlm
Usia baca: 10 tahun ke atas



Bagaimana rasanya diasuh dan dibesarkan oleh hantu? Mari kita tanyakan pada Bod, seorang anak laki-laki yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah pemakaman. Bagaimana dia bisa sampai di sana? Semua berawal ketika seorang pria bernama Jack membunuh seluruh anggota keluarganya. Bod yang kala itu masih bayi, belum meyadari apa yang sedang terjadi. Dia terus belajar merangkak dan akhirnya sampai di pemakaman. Jack yang berniat membunuhnya pun mengikuti Bod ke pemakaman. Anehnya, sampai di sana Jack kehilangan semua jejak.

Itulah awal bagaimana Bod bisa sampai di pemakaman. Mistress Owens, salah satu hantu pemakaman bertekad ingin melindungi Bod. Setelah didiskusikan, akhirnya para hantu sepakat bahwa Mistress Owens akan mengadopsi Bod. Oya, nama Bod sendiri diperolehnya setelah sampai di pemakaman. Nama lengkapnya adalah Nobody Owens. Di pemakaman, Bod mempunyai seorang wali bernama Silas. Dia makhluk yang tidak bisa dikatakan hidup, tapi tidak juga mati. Silas menyediakan kebutuhan Bod, seperti makanan. Karena tinggal di pemakaman, teman bermain Bod adalah para hantu. Hingga dia bertemu Scarlett, seorang anak perempuan yang segera menjadi teman ‘hidup’ pertamanya.

Friday, November 8, 2013

Friday's Recommendation #2


Selamat Hari Jumat, selamat menyambut weekend :D Bulan ini saya berniat mau aktif ngeblog lagi. Dua bulan terakhir blog ini sepiii... Post meme saja dikit banget. Jadi, kali ini mau ikutan lagi meme dari Mbak Ren @ Ren's Little Corner. Buku yang saya rekomendasikan kali ini adalah karya penulis Indonesia. Baru selesai saya baca, dan sudah di-review di sini.

Thursday, November 7, 2013

[Review] Rencana Besar

Judul: Rencana Besar
Penulis: Tsugaeda
Penyunting: Pratiwi Utami
Perancang Sampul: Upiet
Pemeriksa Aksara: Yusnida dan Dewi Surani
Penata Aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: vi + 378 hlm
Cetakan: I, 2013

 

Thriller ataupun misteri bukanlah genre bacaan favorit saya. Kisah detektif misalnya, biasanya saya hanya akan mengikuti alur yang disajikan penulis. Padahal, keasyikan membaca novel detektif adalah ikut menebak kode yang ditebarkan di sepanjang halaman. Karena itulah, saya justru penasaran ingin menemukan novel thriller yang menarik bagi saya. Hingga akhirnya saya mendengar tentang novel ini, “Rencana Besar.” Beberapa teman yang sudah membaca dan mereview-nya mengatakan puas ketika membaca novel ini. Saya jadi ingin juga mencicipi kisah thriller karya penulis asli Indonesia ini. Dan, saya beruntung bisa mendapatkan buku ini.

Kisah dimulai dengan pertemuan Makarim Ghanim dengan teman lamanya semasa kuliah, Agung Suditama. Makarim adalah pemilik Makarim G & Co. Sedangkan Agung yang dikenal ambisius kini menjabat sebagai wakil direktur Universal Bank of Indonesia (UBI). UBI digambarkan sebagai bank besar dalam perekonomian Indonesia. Namun, baru-baru ini ditemukan kejanggalan dalam neraca bank tersebut. Uang sejumlah 17 milyar lenyap tanpa bekas.

Wednesday, November 6, 2013

Wishful Wednesday #9


Sudah melewatkan berminggu-minggu tanpa WW, saatnya berangan-angan kembali. Entah kenapa beberapa minggu terakhir nggak terlalu pengen banget sama satu judul buku. Sekarang mau mulai mendata wishlist lagi. Kadang, wishlist membantu kita juga untuk fokus waktu beli buku. Walaupun seringnya tetep beli di luar wishlist sih, apalagi kalau bukunya murah meriah. Haha..
WW saya kali ini...

Monday, November 4, 2013

Follow Bercerita Buku via Bloglovin'

Follow my blog with Bloglovin

Akhirnya menambahkan bloglovin' di blog ini. Silakan klik link di atas untuk mendapatkan update dari Bercerita Buku. Terima kasih :)

Buying Monday #4

Selamat hari Senin, selamat hari kejepit! Sudah lihat judul postingan ini kan? Berarti sudah tahu dong isi postingan ini apaaa #sokasik. Di Buying Monday #4 ini saya mau melaporkan buku apa saja yang sudah saya adopsi selama Oktober. Bulan lalu Buying Monday saya membludak! -.- Bulan ini justru kebalikannya, hehe…. Alhamdulillah, nggak kalap-kalap amat. Semuanya terangkum dalam satu foto di bawah ini.

Monday, October 14, 2013

[Review] George's Marvellous Medicine


Judul: George's Marvellous Medicine
Penulis: Roald Dahl
Ilustrasi: Quentin Blake
Penerbit: Puffin
Tebal: 89 hlm
Terbit: 1991

Apa yang ada di bayanganmu ketika mendengar buku cerita tentang nenek dan cucunya? Sebagian besar mungkin terbayang cerita tentang nenek yang sangat menyayangi dan memanjakan cucunya. Namun, hilangkanlah semua bayangan itu ketika membaca buku ini. Yup, sang penulis cerita anak termasyhur ini telah berhasil menciptakan karya di luar imajinasi banyak orang.

Ditinggal berdua bersama sang nenek mungkin hal terakhir yang diinginkan oleh George. Neneknya tidak seperti nenek-nenek lain yang lembut dan baik hati. Nenek George ini suka sekali menggerutu. Tidak hanya itu, dia juga suka mencibir George tanpa alasan yang jelas. Seperti hari itu, Nenek George mengatakan hal-hal buruk yang membuat George takut. Berkali-kali George meminta nenek untuk berhenti berbicara, tapi neneknya tidak mau mendengarkan. Akhirnya, muncullah suatu ide di kepala George untuk membalas tindakan si nenek.

Monday, October 7, 2013

Buying Monday #3


Happy Monday!!
September kemarin blog saya sepi banget. Tercatat cuma ada 2 posting, salah satunya meme. Entah kenapa akhir-akhir ini baru males banget ngereview. Huft, udah lama gak baca juga. Semoga di Oktober ini saya makin aktif ngeblog! Amin.... Cukup curhatnya. Sekarang waktunya pengakuan, buku-buku apa saja yang saya dapat selama September.

Sebenernya, saya agak stress mau posting BM kali ini. Haha... keinginan belanja buku nggak terkontrol bulan lalu. Tapi tetep saya mau ngelanjutin postingan ini kok. *kebanyakan basa-basi* XD Ini dia perolehan saya selama September.

Wednesday, September 11, 2013

Wishful Wednesday #8


Yeay, giveaway lagi!! Selamat hari Rabu yang spesial. Kali ini, Wishful Wednesday kerja sama dengan Bacaan Bzee untuk bikin GA. Beberapa kali ada GA di meme ini, saya belum pernah menang. Semoga kali ini rezeki saya. Amiin... :)

Langsung saja ya, ada dua buku yang saya inginkan dalam WW kali ini. Buku ini sekaligus menjadi pilihan saya kalau menang di GA ini. Pede banget ya? Semoga, doakan saja. :D Ini dia bukunya:

Monday, September 2, 2013

[Review] The Invention of Hugo Cabret

Judul: The Invention of Hugo Cabret
Penulis dan Ilustrator: Brian Selznick
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Penyunting: Dhewiberta
Penerbit: Mizan Fantasi (2012)
Tebal: 543 halaman

 

Kisah ini bercerita tentang Hugo Cabret. Seorang anak yang sangat memahami kerja mesin. Tak hanya itu, ia sering membetulkan mesin-mesin yang rusak bersama ayahnya. Suatu hari, ayah Hugo yang bekerja di museum menemukan sebuah automaton. Mesin yang sangat rumit. Sebuah mahakarya bagi Hugo dan ayahnya. Sebuah automaton biasanya akan menulis pesan jika mesinnya bekerja dengan baik. Sayangnya, automaton yang ditemukan itu rusak. Pesan dari automaton itu menjadi teka-teki bagi Hugo dan sang ayah. Mereka berdua mencoba memperbaiki mesin tersebut. Namun, sebelum pekerjaan itu selesai, sang ayah meninggal.

Friday, August 30, 2013

Friday's Recommendation #1


Setelah meme bikinan Mbak Astrid dan Aul, sekarang mau coba ikut meme-nya Mbak Ren @ Ren's Little Corner. Sebenernya pengen ikut Scene on Three-nya Mbak Bzee juga tapi belum kepikiran scene dari buku apa, hehe...

Oke, meme kali ini berjudul Friday's Recommendation. Sebenarnya bukan meme baru, tapi meme ini sempat hiatus kurang lebih enam bulan. Jadi di meme ini kita nulis apa? Kita bisa merekomendasikan buku untuk diterjemahkan ataupun buku yang menarik untuk dibaca. Kali ini, saya mau merekomendasikan buku untuk diterjemahkan oleh penerbit lokal.

[Review] 12 Menit

Judul: 12 Menit
Penulis: Oka Aurora
Penggagas Cerita: Regina Septapi
Penyunting: @shinta_read dan @me_dorry
Penyelaras aksara: Fakhri Fauzi, @kaguralian
Penata aksara: elcreative
Perancang sampul: A.A
Penerbit: Noura Books
Tebal: 362 hlm
Cetakan: I, Mei 2013




Apa yang pertama kali terpikir ketika mendengar buku motivasi? Mungkin sebagian besar akan berpikir tentang genre nonfiksi. Namun, tidak dengan buku yang satu ini. Inspirasi dan motivasinya terjalin rapi dalam cerita fiksi. Mari berkenalan dengan tokoh-tokoh yang akan menemani kita sepanjang novel ini. 

Rene, seorang pelatih marching band profesional. Ia memiliki banyak pengalaman dalam melatih grup marching band. Kepiawaiannya dalam melatih marching band tidak bisa diragukan lagi. Rene telah berkali-kali membuat kelompok yang dilatihnya meraih juara. 

Thursday, August 29, 2013

[Review] Swiss: Little Snow in Zürich

Judul: Swiss: Little Snow in Zürich
Penulis: Alvi Syahrin
Penyunting: Yulliya Febria
Proofreader: Widyawati Oktavia
Penata Letak: Erina Puspitasari
Desainer Sampul: Gita Mariana
Ilustrator Sampul dan Isi: Gama Marhaendra
Penerbit: Bukune
Cetakan: I, Juni ke 2013
Tebal: 308



Yasmine mempunyai rutinitas yang selalu dilakukannya sepulang sekolah. Ia tidak akan langsung pulang, melainkan pergi ke dermaga di tepi Danau Zürich. Bersantai sejenak, memotret obyek-obyek yang menarik baginya. Di sanalah dia bertemu dengan Rakel. Laki-laki yang awalnya hanya duduk berdampingan dengannya tanpa ia kenal. Beberapa kali bertemu tanpa bertegur sapa, akhirnya Yasmine dan Rakel resmi berkenalan. Mereka bisa cepat akrab. Memotret sesuka mereka dan tertawa bersama. Rakel pun mengajak Yasmine melakukan lima hal selama musim dingin. Lima hal yang akan mereka lakukan bersama-sama:

  1. Ice skating selama lima jam penuh
  2. Keliling Distrik 1Zürich
  3. Menginjakkan kaki di Puncak Uetliberg
  4. Keliling Zürich dan menolong orang yang butuh bantuan
  5. Bercerita panjang lebar di Danau Zürich sampai matahari terbit

Monday, August 26, 2013

Buying Monday #2


Hari Senin terakhir di Bulan Agustus, artinya Buying Monday edisi kedua!! Meme yang satu ini emang bikin heboh, karena kita bisa melihat buku-buku apa yang diborong para peserta selama sebulan. Hehe... Bulan ini lumayan banyak buku yang saya beli (menurut saya lho). Tapi, beberapa di antaranya emang sempat masuk Wishful Wednesday ataupun wishlist di Goodreads, jadi gak apa-apa deh :D Semuanya juga saya dapat dengan harga diskon kok, hehe... Ini daftar buku yang saya beli di Bulan Agustus.

Sunday, August 25, 2013

[Wrap-Up Post] Hotter Potter 2013

Membaca (lagi) Harry Potter tak hanya membuat saya mengagumi sekali lagi kejeniusan J.K. Rowling. Membaca Harry Potter juga membuat saya mengenang masa kecil saya, ketika saya pertama kalinya mengenal seri ini. Membuat saya mengingat lagi hari-hari ketika saya 'tenggelam' dalam imajinasi yang diciptakan J.K. Rowling. Saya merasa beruntung menjadi salah satu anak yang tumbuh bersama Harry Potter.

Awalnya, saya hanya mengenal Harry Potter lewat Majalah Bobo. Yap, bicara bacaan masa kecil tak bisa dipisahkan dari Majalah Bobo ;) Saya pertama kali mengenal anak laki-laki dengan tanda petir di dahinya justru dari Majalah Bobo, bukan buku Harry Potter itu sendiri. Saya ingat Bobo pernah menulis tentang seri Harry Potter yang sangat terkenal, yang dikagumi oleh banyak sekali anak-anak di dunia. Waktu itu, saya belum tahu bisa membaca buku ini di mana (ya, saat itu membeli buku memang belum menjadi kebiasaan bagi saya). Jadilah perkenalan saya dengan Harry Potter tertunda. Namun, saat itu saya sudah mengetahui sedikit tentang dirinya. Bahwa dia tinggal di lemari bawah tangga Privet Drive no. 4, bersama paman dan bibinya. Bahwa ada banyak sekali surat yang datang untuk dirinya, dengan alamat yang sangat detail, ditujukan untuk Harry Potter.

[Review] Harry Potter and The Deathly Hallows

Judul: Harry Potter dan Relikui Kematian
Judul asli: Harry Potter and the Deathly Hallows
Penulis: J.K. Rowling
Alih bahasa: Listiana Srisanti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2008
Tebal: 1008 hlm

Membaca Harry Potter di seri terakhirnya memiliki kesan yang sangat berbeda dengan seri pertamanya. Di seri pertama, kita akan bertemu guru-guru yang mengajar di banyak kelas. Harry, Ron, dan Hermione disibukkan dengan PR dan tugas-tugas lainnya. Namun, di seri terakhir, kita tak akan menemui hal-hal seperti itu lagi. Bahkan, sejak awal Harry memutuskan untuk tidak kembali ke Hogwarts. Ia akan pergi mencari horcrux. Menyelesaikan misi yang disampaikan Dumbledore padanya. Ron dan Hermione terlibat penuh dalam tugas ini. Berbekal benda-benda warisan Dumbledore: deluminator untuk Ron, buku Kisah-Kisah Beedle si Juru Cerita untuk Hermione, dan snitch untuk Harry, dimulailah perjalanan mereka mencari horcrux milik Voldemort. 

Wednesday, August 21, 2013

[Review] Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya


Judul: Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
Penulis: Dewi Kharisma Michellia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juni 2013
Tebal: 240 halaman

Saya tidak punya bayangan apapun tentang isi buku ini ketika membaca judulnya. Namun, justru judul yang unik ini membuat saya tertarik membuka lembar demi lembar surat yang dituliskan. Tema besarnya sederhana, tentang tokoh Aku yang jatuh cinta pada teman masa kecilnya. Mari kita panggil Aku dengan Nona Alien dan teman kecil itu sebagai Tuan Alien.

Nona Alien dan Tuan Alien telah terbiasa bersama sejak kecil. Menikmati hari berdua. Merasa berbeda. Mereka merasa telah mengerti satu sama lain tanpa harus banyak berkata. 

Wishful Wednesday #7


Sudah hari Rabu lagiiii... Awal-awal ikut WW dulu, saya kadang nggak bikin postingan beberapa minggu. Soalnya kadang bingung buku apa yang beneran dipengenin. Tapi beberapa minggu ini kok lancar-lancar aja ya, hehe... Makin banyak buku yang pengen dimasukin ke rak ni :p

Kali ini, WW saya adalah...

Back to Children Classic's Literature [Update Post]

Saya bersyukur sejak kecil sudah dibiasakan membaca oleh orang tua saya. Sebenarnya, hobi membaca saya semacam ketahuan tanpa sengaja. Awalnya, ibu saya membelikan Majalah Bobo waktu saya kecil. Ternyata, saya tertarik banget baca majalah itu. Udah selesai, baca lagi. Diulang-ulang lagi. Saya juga minta dibelikan Majalah Bobo lagi. Akhirnya, walaupun tidak rutin, ibu sering membelikan saya Majalah Bobo. 

Monday, August 19, 2013

Buku Klasik di Masa Kecil



Sejak kapan kamu suka membaca? Saya sendiri nggak terlalu ingat jawaban pastinya. Seingat saya, waktu TK saya sudah suka membaca. Jadi, mungkin jawabannya sejak saya bisa baca kali ya… Waktu TK, kadang ada jam khusus membaca buku di kelas. Jadi, buku koleksi sekolah dibawa ke kelas. Anak-anak boleh membaca yang mana saja. Mau dibaca sendiri, boleh. Dibaca bareng-bareng sambil latihan, silakan. Saya nggak ingat cerita apa saja yang saya baca waktu itu, yang pasti saya sangat menikmati kalau sedang ada kelas membaca.

Friday, August 16, 2013

[Review] Dark Love

Judul: Dark Love
Penulis: Ken Terate
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, September 2012
Tebal: 248 hlm




Kirana merasa dunianya berhenti begitu saja waktu tahu dia hamil. Dia seorang siswa SMA kelas XII yang pintar dan berprestasi. Baru semangat-semangatnya belajar untuk kelulusan dan ujian masuk perguruan tinggi. Di saat rencana masa depannya terancang dengan sangat matang, kehamilan itu membuyarkan semuanya. Namun, Kirana tidak bisa menyalahkan pasangannya. Bahkan, dia nggak mau bilang ke siapa-siapa. Kirana ingin melindungi pasangannya itu, karena dia adalah cowok yang juga berprestasi. Kirana tidak ingin menghancurkan masa depan si cowok. Walaupun, di sisi lain, pasangannya ini bilang mau bertanggung jawab.

Thursday, August 15, 2013

Haru Syndrome's Waiting Room: Sweet Melody



Penggemar romance, pasti sudah nggak asing kan dengan Penerbit Haru? Penerbit yang satu ini sering menerbitkan novel yang berlatar belakang Asia, terutama Korea dan Jepang. Kurang lebih tiga bulan kemarin saya menjadi salah satu anggota Blogger Buku Indonesia yang me-review buku-buku terbitan Haru. Saya cukup enjoy baca-baca buku terbitan Haru. Beberapa waktu lalu, saya ditawari untuk ikut program baru dari Haru yang disebut Haru Syndrome’s Waiting Room. Intinya, di Haru Syndrome’s Waiting Room ini pembaca akan ngobrol sama Haru tentang salah satu bukunya. Pembaca juga boleh lho mengajukan pertanyaan buat Haru. Semacam wawancara singkat pembaca dan penerbit :D 

[Review] Little Women


Judul: Little Women
Penulis: Lousia May Alcott
Penerbit: Serambi
Tahun terbit: 2009
Tebal: 489 hlm
Usia baca: 8 tahun ke atas

Keluarga March hidup dengan begitu sederhana setiap harinya. Mereka tidak punya banyak uang, tapi rumah mereka dipenuhi kebahagiaan. Terkadang, keluarga ini merasa cemas dengan keadaan sang ayah yang harus pergi berperang. Namun, keempat putri keluarga March selalu berusaha membantu ibunya agar keadaan di rumah tetap baik selama ditinggal sang ayah. Keempat bersaudara ini saling membantu melakukan yang mereka bisa. Empat bersaudara yang punya sifat khas masing-masing.

Wednesday, August 14, 2013

Wishful Wednesday #6



Selamat hari Rabu, selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Setelah minggu lalu absen, hari ini jelas tidak akan melewatkan WW edisi spesial. Spesial? Yup, karena Mbak Astri bikin giveaway di WW-nya… Moga-moga ada buku di wishlist yang dicoret karena dapet dari WW ini :D 
Jadi, buku yang saya pengen minggu ini

Tuesday, August 6, 2013

[Review] Harry Potter and The Half-Blood Prince

Judul: Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran
Judul asli: Harry Potter and The Half-Blood Prince
Penulis: J.K. Rowling
Alih Bahasa: Listiana Srisanti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2006
Tebal: 816 hlm

Harry mengawali tahun keenamnya di Hogwarts dengan tidak terlalu bersemangat. Kematian Sirius jelas masih menjadi duka baginya. Kejutan bahwa dia terpilih menjadi Kapten Quidditch Gryffindor bisa sedikit menghiburnya. Sebelum tahun ajaran dimulai, Harry telah curiga kepada Malfoy yang terlihat sangat misterius. Dia berusaha menyelidiki ini, juga memberitahu teman-temannya. Sayangnya, tidak semua orang menaruh kecurigaan yang sama terhadap Malfoy.

Hari-hari di Hogwarts tidak berlangsung seperti biasanya. Profesor Dumbledore jarang sekali terlihat di sekolah. Harry mendapat guru baru dalam pelajaran Ramuan, yaitu Horace Slughorn. Kejutan lainnya, Snape berhasil menempati posisi yang selama ini diinginkannya, yakni menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Harry tiba-tiba menjadi yang terbaik dalam pelajaran Ramuan karena dia mengikuti petunjuk dari buku seseorang yang menyebut dirinya Half-Blood Prince.

Voldemort masih menjadi ancaman dalam dunia sihir, bahkan dunia Muggle. Dumbledore semakin mempersiapkan Harry agar siap melawan Voldemort. Bersama Dumbledore, Harry diajak melihat masa lalu Voldemort, juga mencari tahu tentang Horcrux. Rupanya, jiwa Voldemort telah dipisah menjadi beberapa bagian agar ia menjadi lebih sulit untuk dikalahkan. 

Di sisi lain, hubungan Harry dan teman-temannya mulai berubah. Ron dan Hermione berkali-kali bertengkar, yang lebih disebabkan karena cemburu. Harry sendiri heran kenapa dia tiba-tiba sering memikirkan Ginny. Percintaan remaja, kesetiaan, petualangan, semua terangkum secara rapi dalam seri Harry Potter yang keenam ini.

***

Seharusnya, review ini saya tuliskan pada Bulan Juni, sesuai jadwal Hotter Potter. Namun, sayang sekali saya tidak bisa mengikuti jadwal itu karena beberapa alasan. Tidak apa-apa, saya akan berusaha menamatkan seri Harry Potter ini, tinggal satu buku lagi!

Seri yang keenam ini benar-benar menguras emosi. Selain seri terakhir tentunya, ketika semua misteri akhirnya terbongkar. Dalam Harry Potter and The Half-Blood Prince ini, terasa sekali Dumbledore sedang melakukan suatu misi penting. Ia sering meninggalkan sekolah, juga terlihat bekas luka di tangannya. Yang tak kalah penting, Dumbledore sejak awal juga telah menyiapkan Harry untuk menghadapi Voldemort dengan lebih matang.

Karakter yang banyak mengalami perubahan dalam buku ini tentu saja Malfoy. Selama ini, Malfoy menjadi murid yang menyebalkan. Tapi, tidak pernah dia melakukan sesuatu yang benar-benar jahat. Tidak disangka, dalam seri keenam ini Malfoy justru menjadi salah satu tokoh paling penting. 

Lepas dari masalah Voldemort, hubungan cinta-cintaan di buku ini cukup menghibur. Saya baru ingat Ron dan Lavender punya nama panggilan sayang yang membuat saya tertawa setiap membacanya. Namun, mendekati akhir cerita, saya dibuat menangis karena ada banyak adegan mengharukan dan menguras emosi. Padahal, ini bukan pertama kali saya membaca Harry Potter and The Half-Blood Prince. Tentu saja, saya akan coba menamatkan (lagi) seri Harry Potter ini!

Nb: Waktu mau meng-update buku ini di Goodreads, ternyata saya memberinya empat bintang. Mengingat banyak sekali misteri dalam buku ini, yang ditulis dengan sangat rapi, dan akan terbongkar di buku terakhir, dengan yakin saya menambahkan satu bintang lagi untuk buku ini. :)

Posting untuk:

 

Wednesday, July 31, 2013

[Review] Pulang

Judul: Pulang
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tebal: 464 hlm

Ada yang tak bisa pulang... setelah 30 September 1965.

G-30S/PKI menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang tak bisa dilupakan bangsa Indonesia. Begitu banyak cerita di baliknya. Leila S. Chudori mencoba ikut menyimpan kepingan sejarah ini lewat novelnya. Sebuah novel yang ditulis dengan sangat apik, rapi, dan detail.

Dimas Suryo, Nugroho, Tjai, dan Risjaf tak bisa pulang ke Indonesia setelah peristiwa September 1965. Perjalanan ke Santiago yang hanya direncanakan sebagai kunjungan, tak disangka akan menahan mereka untuk pulang. Keadaan politik di Indonesia sedang sangat tidak stabil. Jika mereka berempat pulang, dikhawatirkan mereka akan ikut 'diciduk'.

Keempat sahabat ini bersepakat untuk tinggal di Paris, sementara mencari cara untuk pulang. Dimas Suryo menikah dengan Viviene Deveraux. Dimas menikmati kehidupannya bersama Viviene. Meski begitu, selalu ada rindu di hati Dimas untuk pulang. Untuk melihat seperti apa Indonesia. Untuk mencium aroma cengkih di negerinya sendiri. Sedikit mengobati kerinduan Dimas akan tanah air, ia dan ketiga sahabatnya mendirikan sebuah restoran: Tanah Air. Sebuah bukti bahwa mereka tidak akan melupakan Indonesia, sejauh apapun mereka berada.

Lintang Utara, sebuah nama yang sangat Indonesia tersemat dalam diri gadis ini. Dia adalah putri dari Dimas Suryo dan Viviene. Berbulan-bulan tidak bicara dengan sang ayah, Lintang harus menurunkan egonya untuk bertemu dengan Dimas. Setelah berkonsultasi dengan dosennya, Lintang mendapat tugas akhir untuk membuat film dokumenter tentang Indonesia. Lebih tepatnya lagi, film tentang G-30S/PKI. Indonesia. Sebuah nama yang sering ia dengar. Sebuah nama yang menjadi sebagian dirinya. Sebuah nama yang terasa begitu akrab, sekaligus begitu asing. Oleh karena itu, sebagai langkah pertama, Lintang menemui ayahnya yang tahu lebih banyak tentang Indonesia.

Pertemuan Lintang dengan sang ayah ternyata membuat gadis ini akhirnya terbang ke Indonesia. Terbang dengan membawa banyak nama. Dia juga membawa banyak pesan dari Dimas, dan ketiga sahabatnya. Dimas, Nugroho, Tjai, dan Risjaf menitipkan rindu mereka akan tanah air lewat Lintang. Setelah begitu banyak tanda tanya, akhirnya Lintang menapakkan kaki di Indonesia. Begitu banyak rindu yang harus ia sampaikan. Lintang bertemu dengan nama-nama yang sering sekali ia dengar di Paris sana. Juga, bertemu dengan Segara Alam.

***

Peristiwa 30 September 1965 tak habis-habisnya untuk diceritakan. Saya sendiri tidak mengalami langsung, pun (syukurnya) tidak menjadi bagian dari para murid yang dijadwalkan nonton film tentang peristiwa ini setiap tahunnya. Rasanya ngilu membayangkan anak-anak dibawa pergi ke bioskop untuk menyaksikan peristiwa berdarah itu. Sekilas, ide awal "Pulang" ini mengingatkan saya akan kisah seorang mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Rusia. Ia berniat pulang ke Indonesia untuk menikah dengan kekasihnya. Sayangnya, peristiwa berdarah ini membuatnya tertahan di negeri asing. Keinginan untuk bertemu sang kekasih tak bisa diwujudkan. Kisah nyata ini pernah dipentaskan oleh Papermoon Puppet, selengkapnya bisa dibaca di sini.

Kembali lagi tentang novel ini, ringkasan yang saya tulis di awal hanyalah garis besar saja. Masih banyak kisah yang akan ditemui di novel ini. Pun ringkasan itu juga masih jauh dengan ending-nya. Awalnya saya tak yakin bisa menamatkan novel ini. Saya tidak terlalu sering membaca buku-buku bernuansa sejarah. Namun, ternyata saya justru tak bisa berhenti membaca novel ini sejak halaman pertama. Kisah sejarah yang saya pikir akan terlalu berat dan membosankan, ternyata membuat saya betah duduk berlama-lama untuk menuntaskannya. Bahasa yang mengalir membuat saya sangat nyaman ketika membaca novel ini. Membaca novel sejarah maupun berita yang emosional tentang Indonesia, pasti menimbulkan rasa tersendiri bagi saya. Begitu juga dengan novel ini. Kerinduan Dimas akan Indonesia diceritakan dengan begitu apik. Memang, sejauh apapun kita melangkah, kita akan tetap rindu untuk pulang.

Novel ini menggunakan alur maju-mundur, juga multi POV. Meski begitu, saya tidak bingung ketika mengikuti kisah di dalamnya. Saya terlanjur larut dengan cerita Dimas, Lintang, Alam, dan tokoh-tokoh lainnya. Penulis berhasil menceritakan betapa G-30S/PKI memiliki pengaruh besar dalam kehidupan Indonesia selanjutnya. Begitu banyak orang yang tertahan, tak bisa pulang. Bahkan, generasi selanjutnya yang tidak berkaitan langsung dengan peristiwa ini ikut mendapat akibatnya, karena orang tua mereka merupakan pihak yang diwaspadai. 

Saya sudah membaca beberapa review tentang buku ini. Ada yang menulis Dimas sebagai karakter favoritnya. Ada pula yang memilih Alam. Saya sendiri memilih untuk tidak mempunyai karakter favorit di buku ini. Saya tidak jatuh cinta kepada karakter secara personal. Saya jatuh cinta pada perasaan mereka, terutama pada perasaan Dimas dan teman-teman, yang tak bisa pulang. Saya begitu terhanyut membaca kerinduan mereka akan Indonesia. Mereka menyimpan kenangan tentang Indonesia dengan begitu rapi, dan terus menyimpan keinginan untuk bisa pulang.

Saya menutup novel "Pulang" ini dengan begitu puas. Apalagi, di bagian belakang penulis memberikan banyak sumber yang ia gunakan untuk novel ini. Betul-betul sebuah novel yang dikerjakan dengan detail. Saya merasakan penulis memberikan penghargaan yang besar kepada sumber-sumber yang ia gunakan itu. Oleh karena itu pula, saya jadi lebih menghargai karya ini. Yang pasti, "Pulang" menjadi langkah awal saya untuk lebih mendalami buku-buku bernuansa sejarah. 5 bintang!

Review untuk:
- Posting bareng BBI dengan tema Historical Fiction
- Reading Challenge: Finding New Authors 2013


Wishful Wednesday #5


Selamat Hari Rabu... Sudah menyiapkan angan-angan buku impian? Wishful Wednesday saya kali ini adalaah.. 


Sinopsis:
Cerita-cerita yang dikumpulkan dalam Pada Suatu Hari Nanti didasarkan pada berbagai sumber, lisan maupun tulis. Sumber yang dipakai umumnya sudah dikenal luas dan memiliki sejenis pakem. Dongeng dari pakem bisa berupa lisan atau tulisan, atau yang dalam perkembangannya telah melalui proses ulang-alik lisan-tulisan. Ini merupakan kumpulan dongeng carangan “cabang, ranting” yang pada dasarnya merupakan tanggapan atas pakem yang sudah ada dengan memelintir dongeng-dongeng itu—terutama yang menyangkut penokohan dan alur.

Kumpulan kedua, Malam Wabah, berisi dongeng-dongeng yang boleh dikatakan merupakan tulisan “asli”, meskipun kategorisasi asli dan bukan asli selalu saja merupakan masalah. Dalam kumpulan cerita ini, orang dan benda yang berkeliaran di sekitar kita dibiarkan saja berbicara mengungkapkan diri mereka sendiri: ada narapidana, sepatu, daun, gadis kecil, rumah, lelaki tua, dan sebagainya. Masing-masing memiliki kehidupan sendiri; penulis sekadar menyediakan bahasa yang kira-kira sesuai untuk mereka.

Sapardi Djoko Damono, biasanya lebih dikenal lewat puisi-puisinya. Saya bukan penggemar berat puisi, soalnya saya suka bingung dengan kalimat yang berbunga-bunga. Tapi, saya suka sekali dengan puisi-puisi beliau. Jadi, waktu tahu beliau menerbitkan kumpulan cerita, saya penasaran sekali pengen baca. Apalagi covernya sederhana tapi keren! Semoga buku ini bisa cepat-cepat masuk rak buku saya :)

Mau ikut Wishful Wednesday juga? Caranya:
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)


[Review] Dick and Jane and Vampires

Judul: Dick and Jane and Vampires
Penulis: Laura Marchesani
Ilustrator: Tommy Hunt
Penerbit: Grosset & Dunlap
Terbit: Agustus 2010
Tebal: 144 hlm

Hampir saja saya melewatkan posting bareng buku anak-anak. Soalnya, bulan ini belum selesai baca satu pun buku anak-anak. Sedih... Tapi, tadi saya baca postingan Teh Peni tentang buku Dr. Seuss. Jadi inget, kan saya juga punya buku anak-anak bergambar yang pasti bisa cepat selesai :) Walaupun akhirnya telat sehari juga, hehe...

Dick and Jane and Vampires. Buku anak-anak bergambar memang selalu menarik hati, begitu juga dengan yang satu ini. Beneran deh, nggak butuh waktu lama buat baca buku yang satu ini. Jadi, buku ini dibagi jadi tiga bab besar: We Look and Find, We Run and Hide, dan We Work and Play. Nah, tiap bab terdiri dari cerita-cerita kecil. Tiap cerita mungkin sekitar lima sampai sepuluh kalimat saja. Bacaan yang menyenangkan pokoknya.

Dick and Jane adalah tokoh utama kita kali ini, begitu pula dengan Vampire. Ada juga si kecil Sally. Ceritanya, Mr. Vampire pengen main bareng Dick, Jane, dan Sally. Tapi, di bagian We Look and Find, Mr. Vampire belum menampakkan diri. Masih malu-malu nampaknya. Langsung aja yuk liat contoh ceritanya.





Nah, di bagian We Run and Hide, Mr. Vampire udah mulai berani ngajak kenalan. Tapi, mereka belum main-main bareng. Masih suka ngupet-ngumpet vampirnya...



Ini ceritanya yang bisa lihat Sally doang

Akhirnya, Dick, Jane, (juga Sally) and Mr. Vampire berteman di bagian We Work and Play. Haha... seru deh kalau mereka lagi main bareng.



Mr. Vampire pakai baju bikinan Mom!

Menyenangkan baca buku ini. Gambar-gambarnya bagus, kata-katanya singkat. Baru sebentar saja, tiba-tiba udah selesai. Seru di bagian Dick, Jane, dan Sally lagi main-main. Ada aja yang jadi mainan mereka. Waktu main rumah-rumahan, Mr. Vampire dong yang jadi bayinya. Haha... Dunia bocah memang selalu asik untuk dilirik :D 3/5 bintang untuk buku ini.

Posting untuk:
- Posting bareng BBI dengan tema buku anak
- FYE Children's Literature. Untuk buku ini, sepertinya anak usia enam tahun sudah bisa mulai membacanya. Huruf-hurufnya cukup besar. Kata-kata singkat dan banyak ilustrasi pasti menarik bagi mereka :)

Monday, July 29, 2013

Buying Monday #1


Hari Selasa sebentar lagi menyapa. Untung masih sempet ikut meme yang kece dari Aul, pemilik blog The Black in the Books. Hari ini hari pertama Buying Monday tayang. Meme apa sih ini? Jadi intinya, meme ini jadi ajang pengakuan pembelian buku selama sebulan (ehm!) Di kalangan BBI, istilah timbunan udah akrab banget tuh. Nah, meme ini jadi cara seru buat kita saling mengintip timbunan sesama BBI. Haha...

Jadi, langsung saja. Buying Monday saya di Bulan Juli dimulai dari... sale Drive Books Not Car (DBNC)!


  • Sale DBNC
Baru seminggu pindah Jakarta, saya dikasih tahu ada acara oke bernama sale DBNC. Di sini, kita bisa beli buku dengan harga murah. Ada yang segel, ada yang second. Kebanyakan berbahasa Inggris. Saya dua kali menyambangi sale ini. Pertama, di Hari Sabtu sebagai volunteer. Esok harinya, saya datang lagi khusus untuk berburu. Sebagian buku dibeli random karena harganya murah meriah! Ada juga yang memang dari penulis favorit. Ada juga yang dibeli karena dapat medal :) Ini perolehan dari DBNC.



1. The Railway Children 
2. Totto Chan
3. Three Bold Pixies
4. The Te of Piglet
5. Noddy Gets Into Trouble
6. Well Done Noddy!
7. Five Children and It
8. Charlotte Cheetam: Master of Disaster
9. The Cold and Hot Winter
10. Knit the Season
11. Dick and Jane and Vampires
12. ...and Now Miguel
13. Where the Heart is

  • Sale Gramedia Matraman
Gramedia Matraman sangat terkenal dengan event diskonnya yang gila-gilaan. Itu yang saya tangkap sewaktu tinggal di Jogja. Nah, kebetulan baru-baru ini ada sale di sana. Saya coba main ke sana, sekalian mau ketemuan dengan Mbak Dhila @ Kilas Buku. Pulang-pulang bawa buku-buku ini:


14. Dongeng Sepanjang Masa. (15rb untuk hardocover! Why not?! :p)
15. Night Flight
16. The Black and The Red
17. King Lear
18. Kitten Heels
19. Stardust (ini udah dibeli dari beberapa bulan lalu titip Mbak Dhila, tapi baru ketemu sekarang, hehe)
  • Buntelan
Nah, kalau ini sih saya seneng-seneng aja bikin pengakuan. Soalnya dapet gratis :)) Semoga bulan depan bertambah ya. #ngarep


  • Pinjaman
Selain menimbun buku belanjaan, ternyata saya mulai menimbun buku pinjaman. Semoga buku-buku ini bisa cepat dituntaskan. Kalau pinjaman biasanya jadi prioritas :D


22. Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
22. Me Before You (dua buku ini pinjam dari Aul)
23. Little Women (pinjam Mbak Essy)
24. Harry Potter and the Half-Blood Prince (pinjam dari Mbak Astrid)

Itulah Buying Monday saya kali ini. Meski jumlah bukunya lumayan banyak, saya dapat harga bagus kok untuk buku-buku itu (pembelaan!) Ehm, sebenernya saya sudah order buku dari online shop, juga dapet hadiah giveaway dari Mbak Ren @ Ren's Little Corner. Karena bukunya belum di tangan, saya masukkan Buying Monday selanjutnya saja. :D Sekian Buying Monday kali ini. Saya bener-bener berharap bisa segera baca buku-buku ini. Jadwal baca saya bulan ini kacau sekali, semoga bulan depan lebih baik. Selamat malam semuaaa...

 Yuk, ikutan Buying Monday juga!
  • Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin'.
  • Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin terakhir di bulan itu.
  • Masukan link post tersebut di linky yang disediakan.
  • Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
  • Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
  • Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D


[Review] 2

Judul: 2
Penulis: Donny Dhirgantoro
Penerbit:Grasindo
Tebal: 418 hlm
Cetakan: kelima, Januari 2012

Kehadiran Gusni berhasil menambah keceriaan di keluarganya. Dia lahir dengan tubuh yang besar untuk ukuran bayi. Tentu saja, papa dan mamanya senang sekali. Kakak Gusni, Gita, awalnya sempat merasa cemburu dengan kehadiran Gusni. Namun, kecemburuan itu tidak berlangsung lama. Gusni dan Gita tumbuh menjadi sepasang saudara yang saling menyayangi.

Gita tumbuh menjadi atlet bulutangkis yang sukses. Sedangkan Gusni, tumbuh besar setiap tahunnya. Ya, besar dalam arti yang sebenarnya. Berat tubuhnya tidak pernah turun sejak dia lahir. Semakin bertambah umurnya, semakin bertambah pula berat badannya. Gusni tidak terlalu khawatir dengan badan besarnya ini. Namun, tidak begitu dengan papa, mama, dan Gita. Mereka mengetahui ada sesuatu yang salah pada tubuh Gusni.

Gusni, gadis ceria itu, memiliki seorang sahabat bernama Harry. Mereka memiliki banyak kesamaan. Sama-sama bertubuh besar. Sama-sama suka makan onde-onde. Hanya Harry yang boleh memanggil Gusni dengan sebutan Gusni-Gusni, begitu pula sebaliknya. Itulah rahasia di antara mereka.

Gusni, yang tidak pernah mempermasalahkan bentuk tubuhnya, tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah kenyataan. Kenyataan yang sangat berpengaruh pada hidupnya Kini, dia harus memutuskan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

***

Novel 2 adalah karya kedua Donny Dhirgantoro yang saya baca. Sepertinya, Donny memang suka memasukkan angka sebagai judul bukunya. Novel pertamanya, 5 cm, sudah saya baca beberapa tahun lalu. Saya menikmati membaca novel itu. Sayangnya, hal itu tidak begitu saya rasakan ketika membaca novel ini.

Saya merasa gaya bahasa Donny berbeda sekali dengan novel sebelumnya. Memang tidak ada yang mengharuskan gaya bahasa seorang penulis selalu sama dalam setiap karyanya. Namun saya merasa penulis terlalu banyak melakukan eksperimen dalam tulisannya, yang hasilnya adalah nanggung. Di awal-awal bab, novel ini banyak menyisipkan humor. Sayangnya, menurut saya humor itu kurang berhasil, tidak membuat saya tersenyum, apalagi tertawa. Humor itu hanya terasa sebagai selingan yang kurang penting. 

Mendekati tengah cerita, porsi humor mulai berkurang, meski sekali-sekali tetap ada. Cerita berjalan dengan serius tapi santai. Saya lebih bisa menikmati bagian ini daripada bagian awalnya. Walau, tetap saja, saya tidak begitu nyaman dalam membacanya. 

Untuk ide cerita sendiri, saya senang Donny menulis tentang bulutangkis, sebuah olahraga yang begitu spesial bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Saya bukan penggemar olahraga garis keras. Namun, tetap saja saat-saat kemenangan (atau kekalahan) Indonesia adalah momen yang emosional. Ada beberapa bagian di mana Donny berhasil menuliskan perasaan itu.

Jadi, berapa bintang yang saya berikan untuk buku ini? Sepertinya, 3 bintang cukup. Saya cukup menikmati novel ini, tapi ada beberapa hal yang mengganggu. Seperti humor yang nanggung dan gaya bahasa yang terkadang berlebihan. Tentu saja ini hanya pendapat saya. Melihat novel ini dilabeli sebagai novel best seller, tentu banyak orang yang menyukainya.