Thursday, August 15, 2013

[Review] Little Women


Judul: Little Women
Penulis: Lousia May Alcott
Penerbit: Serambi
Tahun terbit: 2009
Tebal: 489 hlm
Usia baca: 8 tahun ke atas

Keluarga March hidup dengan begitu sederhana setiap harinya. Mereka tidak punya banyak uang, tapi rumah mereka dipenuhi kebahagiaan. Terkadang, keluarga ini merasa cemas dengan keadaan sang ayah yang harus pergi berperang. Namun, keempat putri keluarga March selalu berusaha membantu ibunya agar keadaan di rumah tetap baik selama ditinggal sang ayah. Keempat bersaudara ini saling membantu melakukan yang mereka bisa. Empat bersaudara yang punya sifat khas masing-masing.


Meg, si sulung, seorang gadis lemah lembut, sangat menjaga penampilan, dan ingin sekali menikmati kemewahan. Yang kedua adalah Jo. Dia anak yang tomboy, keras kepala, kadang tidak bisa mengendalikan emosinya. Namun, sebenarnya Jo anak yang baik hati. Lalu ada Beth si pemalu. Saking pemalunya, dia kadang takut berbincang dengan orang lain yang bukan keluarganya. Yang terakhir adalah Amy si bungsu. Amy terkadang bersikap egois dan manja. 

Keempat bersaudara ini berteman dengan Laurie, cucu Pak Laurence yang kaya raya. Mereka bertetangga. Jo adalah orang pertama yang berteman dengan Laurie. Siapa sangka pertemanan itu berdampak besar pada kehidupan keluarga mereka? Laurie jadi semakin ceria karena ia mendapat teman-teman yang menyenangkan. Beth memiliki kisah yang mengharukan dengan Pak Laurence. Dengan susah payah dia menyingkirkan rasa malunya untuk mengungkapkan sesuatu pada Pak Laurence. Akhirnya, Beth bisa berteman akrab dengan Pak Laurence. Dua keluarga ini saling melengkapi satu sama lain. Mereka saling mendukung dan memperlihatkan persahabatan yang tulus.

Saya suka sekali dengan karakter Jo di sini. Dia digambarkan begitu nyata oleh Lousia. Jo yang enerjik, suka membaca, ingin menjadi penulis. Kesukaan Jo dituliskan dengan sangat detail. Bagaimana dengan karakter yang tidak disuka? Sebenarnya tidak ada karakter yang benar-benar saya benci. Kalau harus memilih, saya akan menunjuk Amy. Kenapa? Saya nggak benci dengan si bungsu ini, tapi ada satu adegan di mana Amy membuat saya geregetan. Amy bersikap sangat egosi hingga merugikan orang lain. Merusak suatu hal yang sangat berharga bagi saudaranya sendiri. Adegan itu berhubungan dengan Jo. Bagi yang sudah membaca, mungkin bisa menebak ;)

Sudah lama saya ingin membaca karya klasik yang sangat terkenal ini. Dan akhinya, sekarang saya bisa menuntaskannya. Terjemahan Serambi cukup enak untuk dibaca. Saya sendiri butuh waktu cukup lama untuk menuntaskan buku ini. Namun, saya pikir itu bukan karena terjemahannya, lebih karena isi cerita Little Women ini sendiri. Menurut saya, Lousia menceritakan kisah Little Women dengan tenang, bahkan pada adegan yang memuat konflik. Mungkin itulah yang membuat saya akhirnya membaca buku ini juga perlahan-lahan.

Yang saya sukai dari kisah ini adalah hubungan persaudaraan yang sangat erat. Meg, Jo, Beth, dan Amy memiliki sifat yang berbeda. Kesukaan mereka juga berbeda-beda. Namun, keempat bersaudara ini bisa sangat akrab, saling menyayangi, saling membantu. Terlihat menyenangkan sekali. Apalagi banyak hal dalam kisah Little Women yang memengaruhi sifat mereka masing-masing. Memengaruhi untuk jadi lebih baik tentunya. Laurie juga berperan banyak dalam Little Women. Anak laki-laki yang lincah ini makin menyemarakkan kehidupan Jo dan saudara-saudaranya. Saya membayangkan kalau Lousia tidak menciptakan karakter Laurie, pasti kisah Little Women ini jadi sedikit membosankan. Menyenangkan memang membaca kisah saudara perempuan yang akur, tapi tentu lebih seru jika ada tokoh di luar keluarga yang membuat cerita jadi makin semarak.

Setelah Little Women, saya pengen melanjutkan baca Good Wives. Akhir kisah Little Women ini bisa dibilang agak nanggung, satu langkah lagi untuk menuju hidup yang baru. Jadi rasanya sayang saja kalau nggak mengikuti sampai tuntas. Apalagi ini kisah klasik yang banyak digemari sampai sekarang. Tentu nggak rugi untuk membacanya :)

Posting untuk:

 






6 comments:

  1. Coba lanjutnya ke little men....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, pengen baca Good Wives dulu lalu Little Men, hehe

      Delete
  2. Little Women ini memang jenis bacaan yang bisa dibaca berulang-ulang, dan setiap kali membaca, selalu ada hal baru yang menarik.
    Aq sendiri sudah baca entah mungkin yg ke-4 kalinya (hanya posting reviewnya malah belum sempat-sempat)
    btw, entry mbak Lulu sdh aq masukan juga kok :D

    ReplyDelete
  3. Kalau aku malah belum kepikiran untuk baca ulang Mbak, hehe... Tapi pengen banget melanjutkan ke Good Wives dan Little Men. Oke, makasih Mbak Maria :D

    ReplyDelete
  4. Aku comot buat wishful wednesday ya, Mbak :) Little Men ama Good Wives udah punya, malah ini belum.

    ReplyDelete