Wednesday, August 21, 2013

Back to Children Classic's Literature [Update Post]

Saya bersyukur sejak kecil sudah dibiasakan membaca oleh orang tua saya. Sebenarnya, hobi membaca saya semacam ketahuan tanpa sengaja. Awalnya, ibu saya membelikan Majalah Bobo waktu saya kecil. Ternyata, saya tertarik banget baca majalah itu. Udah selesai, baca lagi. Diulang-ulang lagi. Saya juga minta dibelikan Majalah Bobo lagi. Akhirnya, walaupun tidak rutin, ibu sering membelikan saya Majalah Bobo. 

Monday, August 19, 2013

Buku Klasik di Masa Kecil



Sejak kapan kamu suka membaca? Saya sendiri nggak terlalu ingat jawaban pastinya. Seingat saya, waktu TK saya sudah suka membaca. Jadi, mungkin jawabannya sejak saya bisa baca kali ya… Waktu TK, kadang ada jam khusus membaca buku di kelas. Jadi, buku koleksi sekolah dibawa ke kelas. Anak-anak boleh membaca yang mana saja. Mau dibaca sendiri, boleh. Dibaca bareng-bareng sambil latihan, silakan. Saya nggak ingat cerita apa saja yang saya baca waktu itu, yang pasti saya sangat menikmati kalau sedang ada kelas membaca.

Friday, August 16, 2013

[Review] Dark Love

Judul: Dark Love
Penulis: Ken Terate
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, September 2012
Tebal: 248 hlm




Kirana merasa dunianya berhenti begitu saja waktu tahu dia hamil. Dia seorang siswa SMA kelas XII yang pintar dan berprestasi. Baru semangat-semangatnya belajar untuk kelulusan dan ujian masuk perguruan tinggi. Di saat rencana masa depannya terancang dengan sangat matang, kehamilan itu membuyarkan semuanya. Namun, Kirana tidak bisa menyalahkan pasangannya. Bahkan, dia nggak mau bilang ke siapa-siapa. Kirana ingin melindungi pasangannya itu, karena dia adalah cowok yang juga berprestasi. Kirana tidak ingin menghancurkan masa depan si cowok. Walaupun, di sisi lain, pasangannya ini bilang mau bertanggung jawab.

Thursday, August 15, 2013

Haru Syndrome's Waiting Room: Sweet Melody



Penggemar romance, pasti sudah nggak asing kan dengan Penerbit Haru? Penerbit yang satu ini sering menerbitkan novel yang berlatar belakang Asia, terutama Korea dan Jepang. Kurang lebih tiga bulan kemarin saya menjadi salah satu anggota Blogger Buku Indonesia yang me-review buku-buku terbitan Haru. Saya cukup enjoy baca-baca buku terbitan Haru. Beberapa waktu lalu, saya ditawari untuk ikut program baru dari Haru yang disebut Haru Syndrome’s Waiting Room. Intinya, di Haru Syndrome’s Waiting Room ini pembaca akan ngobrol sama Haru tentang salah satu bukunya. Pembaca juga boleh lho mengajukan pertanyaan buat Haru. Semacam wawancara singkat pembaca dan penerbit :D 

[Review] Little Women


Judul: Little Women
Penulis: Lousia May Alcott
Penerbit: Serambi
Tahun terbit: 2009
Tebal: 489 hlm
Usia baca: 8 tahun ke atas

Keluarga March hidup dengan begitu sederhana setiap harinya. Mereka tidak punya banyak uang, tapi rumah mereka dipenuhi kebahagiaan. Terkadang, keluarga ini merasa cemas dengan keadaan sang ayah yang harus pergi berperang. Namun, keempat putri keluarga March selalu berusaha membantu ibunya agar keadaan di rumah tetap baik selama ditinggal sang ayah. Keempat bersaudara ini saling membantu melakukan yang mereka bisa. Empat bersaudara yang punya sifat khas masing-masing.

Wednesday, August 14, 2013

Wishful Wednesday #6



Selamat hari Rabu, selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Setelah minggu lalu absen, hari ini jelas tidak akan melewatkan WW edisi spesial. Spesial? Yup, karena Mbak Astri bikin giveaway di WW-nya… Moga-moga ada buku di wishlist yang dicoret karena dapet dari WW ini :D 
Jadi, buku yang saya pengen minggu ini

Tuesday, August 6, 2013

[Review] Harry Potter and The Half-Blood Prince

Judul: Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran
Judul asli: Harry Potter and The Half-Blood Prince
Penulis: J.K. Rowling
Alih Bahasa: Listiana Srisanti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2006
Tebal: 816 hlm

Harry mengawali tahun keenamnya di Hogwarts dengan tidak terlalu bersemangat. Kematian Sirius jelas masih menjadi duka baginya. Kejutan bahwa dia terpilih menjadi Kapten Quidditch Gryffindor bisa sedikit menghiburnya. Sebelum tahun ajaran dimulai, Harry telah curiga kepada Malfoy yang terlihat sangat misterius. Dia berusaha menyelidiki ini, juga memberitahu teman-temannya. Sayangnya, tidak semua orang menaruh kecurigaan yang sama terhadap Malfoy.

Hari-hari di Hogwarts tidak berlangsung seperti biasanya. Profesor Dumbledore jarang sekali terlihat di sekolah. Harry mendapat guru baru dalam pelajaran Ramuan, yaitu Horace Slughorn. Kejutan lainnya, Snape berhasil menempati posisi yang selama ini diinginkannya, yakni menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Harry tiba-tiba menjadi yang terbaik dalam pelajaran Ramuan karena dia mengikuti petunjuk dari buku seseorang yang menyebut dirinya Half-Blood Prince.

Voldemort masih menjadi ancaman dalam dunia sihir, bahkan dunia Muggle. Dumbledore semakin mempersiapkan Harry agar siap melawan Voldemort. Bersama Dumbledore, Harry diajak melihat masa lalu Voldemort, juga mencari tahu tentang Horcrux. Rupanya, jiwa Voldemort telah dipisah menjadi beberapa bagian agar ia menjadi lebih sulit untuk dikalahkan. 

Di sisi lain, hubungan Harry dan teman-temannya mulai berubah. Ron dan Hermione berkali-kali bertengkar, yang lebih disebabkan karena cemburu. Harry sendiri heran kenapa dia tiba-tiba sering memikirkan Ginny. Percintaan remaja, kesetiaan, petualangan, semua terangkum secara rapi dalam seri Harry Potter yang keenam ini.

***

Seharusnya, review ini saya tuliskan pada Bulan Juni, sesuai jadwal Hotter Potter. Namun, sayang sekali saya tidak bisa mengikuti jadwal itu karena beberapa alasan. Tidak apa-apa, saya akan berusaha menamatkan seri Harry Potter ini, tinggal satu buku lagi!

Seri yang keenam ini benar-benar menguras emosi. Selain seri terakhir tentunya, ketika semua misteri akhirnya terbongkar. Dalam Harry Potter and The Half-Blood Prince ini, terasa sekali Dumbledore sedang melakukan suatu misi penting. Ia sering meninggalkan sekolah, juga terlihat bekas luka di tangannya. Yang tak kalah penting, Dumbledore sejak awal juga telah menyiapkan Harry untuk menghadapi Voldemort dengan lebih matang.

Karakter yang banyak mengalami perubahan dalam buku ini tentu saja Malfoy. Selama ini, Malfoy menjadi murid yang menyebalkan. Tapi, tidak pernah dia melakukan sesuatu yang benar-benar jahat. Tidak disangka, dalam seri keenam ini Malfoy justru menjadi salah satu tokoh paling penting. 

Lepas dari masalah Voldemort, hubungan cinta-cintaan di buku ini cukup menghibur. Saya baru ingat Ron dan Lavender punya nama panggilan sayang yang membuat saya tertawa setiap membacanya. Namun, mendekati akhir cerita, saya dibuat menangis karena ada banyak adegan mengharukan dan menguras emosi. Padahal, ini bukan pertama kali saya membaca Harry Potter and The Half-Blood Prince. Tentu saja, saya akan coba menamatkan (lagi) seri Harry Potter ini!

Nb: Waktu mau meng-update buku ini di Goodreads, ternyata saya memberinya empat bintang. Mengingat banyak sekali misteri dalam buku ini, yang ditulis dengan sangat rapi, dan akan terbongkar di buku terakhir, dengan yakin saya menambahkan satu bintang lagi untuk buku ini. :)

Posting untuk: