Tuesday, January 22, 2013

[Review] The Snowy Day

Judul: The Snowy Day
Penulis: Ezra Jack Keats
Penerbit: Scholastic
Tahun: 1962

The Snowy Day mengisahkan petualangan Peter di hari bersalju. Mulai dari membuat pola dengan jejak kakinya, pura-pura mendaki gunung bersalju, dan membuat manusia salju. Semua dilakukannya dalam satu hari. Wah, banyak sekali ya yang bisa dimainkan waktu hari bersalju. Waktu pulang ke rumah pun Peter masih teringat petualangannya bersama salju di hari itu.

Buku tipis ini penuh dengan ilustrasi berwarna. Penulisnya, Keats, membuat sendiri ilustrasi-ilustrasi di buku ini. Ilustrasi Keats di buku ini membuatnya meraih Caldecott Medal pada 1963. Sekilas tentang Caldecott Medal, penghargaan ini diberikan kepada ilustrator buku anak-anak di Amerika Serikat. Caldecott Medal sudah dimulai sejak 1938 dan merupakan salah satu ajang penghargaan buku anak yang paling prestisius. Nama penghargaan ini diambil dari Randolph Caldecott, seorang ilustrator asal Inggris yang banyak membuat ilustrasi untuk buku anak-anak. Tentang ilustrasi di The Snowy Day, saya memang tidak tahu banyak soal ilustrasi. Tapi menurut saya, ilustrasi yang sederhana di buku ini, tidak terlalu banyak detail justru membuat gambarnya menjadi menarik. Kata-kata sederhana dan ilutrasi menarik membuat buku ini layak dibaca anak usia delapan tahun ke atas, ketika mereka mulai banyak belajar Bahasa Inggris di sekolah.

Meski sekilas terlihat sederhana, rupanya ada pesan tersirat yang ingin disampaikan Keats lewat tokoh utama buku ini, yaitu Peter. Keats menyadari di buku anak-anak jarang sekali seorang anak African-American menjadi tokoh utama. Akhirnya, lewat buku ini Keats berusaha memberi ruang terhadap anak African-American yang menjadi minoritas. The Snowy Day merupakan buku pertama yang ditulis dan dibuat ilustrasinya sendiri oleh Keats. Dan juga buku pertama yang menampilkan seorang anak African-American sebagai tokoh utama di sebuah buku bergambar. 

Saya sangat menyukai bacaan anak-anak meski referensi saya belum terlalu banyak. Banyak sekali yang bisa kita pelajari dari literatur anak, termasuk latar belakang penulisan literatur anak itu, salah satunya contohnya di buku The Snowy Day ini. Jika hanya melihat ceritanya saja, siapa sangka buku tipis yang penuh warna ini merupakan hasil observasi penulisnya tentang tren buku anak-anak selama ini, dan bahkan berkaitan dengan isu ras. Melihat hal-hal lain yang lebih besar dari sesuatu yang sederhana merupakan petualangan tersendiri dalam membaca literatur anak. Dan akhirnya, 4/5 bintang saya berikan untuk buku ini!


Review ini diikutkan dalam Fun Year Event With Children's Literature host by Bacaan Bzee dan Little Alice's Garden. Yang mau tahu lebih banyak klik gambar berikut :)



3 comments:

  1. Wah, setuju dengan caranya. Isu-isu sensitif semacam ras bisa diperkenalkan sejak dini dengan cara yg positif.
    Ini kalimatnya pendek2 gitu ya?

    ReplyDelete
  2. Mbak Bzee: Iya Mbak, dari cerita yang sederhana ternyata banyak nilai yang bisa diambil. Ini emang kalimatnya pendek-pendek, lebih banyak gambarnya. Bukunya tipis kok...

    ReplyDelete
  3. Hmmm...menarik... Jdi penasaran spt apa gambar2 ilustrasinya... :-)

    ReplyDelete