Monday, January 21, 2013

[Review] Rumah Kecil di Rimba Besar

Judul: Rumah Kecil di Rimba Besar
Judul asli: Little House in The Big Woods
Penulis: Laura Ingalls Wilder
Penerbit: BPK Gunung Mulia
Tebal: 185 hlm
Cetakan: kedua, 1981

Di buku pertamanya ini, Laura mengajak kita untuk merasakan serunya tinggal di tengah hutan, dengan pohon-pohon yang mengelilingi rumah dan hewan liar yang bisa datang kapan saja. Meski jauh dari kota dan tetangga, Laura tak pernah bosan tinggal di rumah kecilnya bersama Pa (ayah), Ma (ibu), Mary (kakak), dan Carrie (adik). Sapi dan babi yang mereka pelihara juga menambah semarak suasana di sekitar rumah. Setiap hari Laura membantu Ma, mendengarkan cerita Pa, bermain dengan Mary, dan tak bosan-bosannya mengamati lingkungan sekitar hutan. 

Karena tinggal di tengah hutan, sudah pasti makanan sehari-hari didapat dari hutan. Untuk masalah ini, keluarga Laura mengandalkan keahlian berburu Pa. Jika Pa sudah berangkat berburu, Laura dan Mary tinggal menunggu apakah Pa akan membawa pulang rusa atau beruang untuk makanan mereka. Masalah masak-memasak, sudah pasti Ma yang akan mengerjakan. Ma pintar sekali mengolah daging untuk dimakan, disimpan untuk musim dingin, juga dimanfaatkan bulunya. Semua anggota tubuh hasil buruan Pa tidak akan terbuang sia-sia, semua menjadi barang yang bermanfaat setelah diolah oleh Ma.

Meski jauh dari saudara, tak berarti kehangatan di keluarga Laura berkurang. Beberapa kali saudara-saudara akan mengunjungi Laura di rumahnya, terutama di waktu natal. Laura akan bermain dengan sepupu-sepupunya. Pa, Ma, bersama paman dan bibi Laura akan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Diceritakan pula suatu hari Laura sekeluarga mengunjungi rumah nenek untuk mengikuti pesta dansa. Wah, Laura senang sekali! Ini adalah pesta dansa pertamanya. Dia sangat bersemangat melihat semua orang berdansa dengan gembira. Selain waktu kunjungan, saat-saat yang paling dinanti Laura adalah ketika Pa pulang dari kota. Laura selalu tak sabar menunggu apa yang dibawa Pa sebagai oleh-oleh dari kota.

Membaca kisah Laura layaknya mengikuti cerita seorang anak kecil yang lincah, penuh rasa ingin tahu, dan semangat. Ya, Laura memang sosok gadis kecil yang selalu berbinar jika rasa ingin tahunya memuncak. Selain itu, kita akan dibawa melihat kehidupan yang masih sangat sederhana, alami, dan menyenangkan. Yang tak kalah menarik adalah cara penceritaan Laura di buku ini. Semua hal diceritakan dengan sangat detail, mulai dari keadaaan rumahnya, proses memasak, cara berburu Pa, semua memiliki deskripsi yang sangat jelas. Ditambah lagi ilustrasi yang dibuat oleh Garth Williams benar-benar indah. Tak heran, karena Williams ternyata benar-benar melakukan riset sebelum membuat lukisan-lukisan ini.

Kata-kata sederhana dan deskripsi yang detail membuat kisah Laura ini cocok dibaca siapa saja. Bagi anak-anak usia SD, buku ini bisa digunakan untuk melatih membuat deskripsi. Kata-kata yang mengalir begitu lancar begitu mudah membayangkan kehidupan Laura waktu itu. 4/5 bintang untuk kisah Laura yang baru pertama kali saya baca!

Review ini diikutkan dalam Fun Year With Children's Literature host by Bacaan Bzee dan Little Alice's Garden. Yang mau tahu lebih banyak klik gambar berikut :)


9 comments:

  1. Kayaknya bagus yaa~ ada ilustrasinya segala :D

    ReplyDelete
  2. jadi inget..ada filmnya kan ya?

    ReplyDelete
  3. @Oky: iya, ini ceritanya bagus kok. gak pakai konflik yang membingungkan tapi tetep menarik. besok deh kalau review serial ini lagi aku fotoin contoh ilustrasinya, bagus!

    @Ani: iya ini dulu ada serialnya di TVRI ya? kalau saya baca2 sih tayangnya tahun 1980an, saya belum pernah lihat. hehe...

    ReplyDelete
  4. blogwalking..
    saya..saya pernah lihat di TV (maklum jaduler) :D

    ReplyDelete
  5. @Mbak Nannia: makasih sudah mampir :)
    hehe, kalau tayangnya tahun 80an berarti saya belum lahir. penasaran sama serialnya :D

    ReplyDelete
  6. "Bagi anak-anak usia SD, buku ini bisa digunakan untuk melatih membuat deskripsi.

    Nice point. Kadang2 orang tua lupa kalo membaca itu tidak sekadar membaca, tapi anak bisa belajar menyusun kalimat, baik lisan maupun tulisan, ya lewat bacaannya.

    ReplyDelete
  7. @Mbak Bzee: setuju! Bacaan memang gak hanya jadi kegiatan di waktu luang, tapi bisa jadi bahan buat belajar juga... Makasih Mbak sudah mampir. Suka sama challengenya... :D

    ReplyDelete
  8. Hi mbak Lulu, maaf baru sempat berkunjung, kesibukan pekerjaan dan dikejar deadline soalnya, thanks sdh ikut meramaikan event ini, ditunggu masukannya serta ulasan untuk periode berikutnya, jangan lupa masukan link postingan review yg sdh selesai, karena maret - april akan ada kejutan :D
    Baru pertama kali membaca kisah Laura ya, ini salah satu bacaan masa kecil yg masih membekas dan tidak pernah bosan kubaca ulang berkali-kali. Senang sekali ada teman baru yang juga suka dengan perjalanan hidup Laura :D
    BR,
    Maria

    ReplyDelete
  9. Hi Mbak Mariaa, maaf juga baru balas komennya :D
    Iya mbak, ini pertama kalinya baca Laura, dan langsung suka! Anyway, makasih Mbak udah host read along, saya suka sekali buku anak-anak :))

    ReplyDelete