Tuesday, May 3, 2016

The Big Bad Wolf ke Indonesia!

The Big Bad Wolf?? Apa tuu? Pameran buku import yang biasanya diadakan di Malaysia. Sebatas itu saja pengetahuan saya tentang pameran buku yang satu ini. Menurut teman-teman yang udah pernah berkunjung, buku-buku di pameran ini emang banyaaak banget dengan harga murah banget dibandingkan kalau kita beli dengan harga aslinya. Makanya, waktu ada berita The Big Bad Wolf mau mampir ke Indonesia, saya langsung penasaran seperti apa sih pameran buku yang spektakuler ini. Awalnya sempat ragu pameran ini jadi diadakan atau nggak, karena mendekati pelaksanaan acara justru tidak ada berita apapun. Ternyata, pameran ini jadi diadakan tapi diundur dari jadwal yang sudah tersebar sebelumnya.

Hari Minggu lalu, berbekal petunjuk dari Google Maps, saya menyeret suami untuk menemani ke sana. The Big Bad Wolf diadakan di ICE BSD, yang lumayan jauh dari tempat tinggal saya. Namun itu nggak jadi masalah. Demi mengobati rasa penasaran, sampailah saya di sana. Melewati pintu masuk, kita akan langsung berhadapan dengan aula yang sangat besar. Meja-meja berderet penuh dengan buku yang siap kita bawa pulang (yang nggak siap duitnya XD).

Super excited!!
Buku pertama yang saya lihat adalah buku anak-anak. Kumpulan cerita Enid Blyton, Lego, buku tentang dinosaurus banyak saya temukan di meja yang pertama kali saya lihat ini. Buku anak tak hanya terbatas di meja ini saja. Di bagian belakang mendekati kasir, ada banyak sekali meja yang khusus diisi buku anak-anak. Kategorinya pun dibedakan, seperti activity books, picture books, board books, dan sebagainya. Buku anak memang saya lihat mendominasi isi pameran ini. Seneng lihat banyak orang tua yang semangat membelikan buku untuk anaknya. Satu keluarga saja bisa membawa belanjaan 2-3 troli. Luar biasa!

Salah satu sudut buku anak
Selain buku anak, genre lain juga bisa kita temukan di ajang The Big Bad Wolf ini. Fantasy, Young Adult, Romance, Graphic Novel, Klasik. Buku nonfiksi pun dibagi menjadi beberapa kategori yang cukup detail, seperti biography, cookery, arts, transportation, travel, dan sebagainya.

Gimana dengan harganya? Untuk ukuran buku import, harga di sini memang murah! Jauh jika dibandingkan dengan kita membeli langsung di Periplus atau Kinokuniya. Untuk novel, secara umum bisa dibagi menjadi beberapa kelompok harga, mulai dari Rp 45.000, Rp 60.000, Rp 80.000, Rp 95.000. Untuk buku anak dimulai dari harga Rp 30.000. Ada beberapa teman yang menemukan buku seharga Rp 10.000 - Rp 20.000.

Di kunjungan pertama, saya belum puas mengelilingi aula yang luas ini. Apalagi di hari itu pengunjung sangat ramai sampai-sampai panitia memberlakukan sistem buka-tutup. Untuk memuaskan hasrat menengok buku-buku itu, akhirnya keesokan harinya saya kembali lagi! Kali ini saya pergi bersama teman-teman kantor. Kami sampai sekitar pukul 11.30, tidak lama setelah jam buka pameran.

Karena baru buka, ditambah lagi hari kerja, pengunjung jauh lebih sedikit dari hari sebelumnya. Saat saya masuk, panitia sedang menambah stok buku di meja. Kardus-kardus dari aula sebelah dibawa masuk dan ditata sesuai genrenya. Menjelang tengah hari, pengunjung bertambah ramai. Saya beberapa kali melihat rombongan guru sedang memilih-milih buku. Mungkin untuk perpustakaan di sekolahnya.

Panitia sedang restock buku


Setelah dua kali kunjungan, kalau ada yang ajak lagi sih saya juga mau balik. Tapi, cukup dulu deh untuk tahun ini. Mengingat timbunan masih sangat banyak, saya hanya membawa pulang 6 buku saja (dikit kaan??). Semoga The Big Bad Wolf tahun ini sukses dan bisa menjadi ajang rutin di Indonesia.

Cakep banget!!
Cakep banget juga!!

Review:
- Untuk buku anak sudah sangat lengkap. Koleksi di genre lain mungkin bisa ditambah. Saya tidak menemukan satupun seri Harry Potter di meja Fantasy.
- Panitia sangat membantu. Meski panitia tidak mengetahui buku yang saya tanyakan, mereka tetap menunjukkan kira-kira buku itu ada di mana. Setelah membayar, panitia pun masih membantu membawakan bukunya ke luar. Ada panitia yang bertugas menunggu buku sementara kita mengambil mobil.
- Kasir yang tersedia sangat banyak. Tetap ada antrean, tapi menurut saya kasir sudah cukup sigap melayani pengunjung.
- Ada bagian penitipan buku. Jadi kita bisa menitipkan buku yang kita beli ke panitia. Buku yang tidak diambil selama 24 jam akan dikembalikan ke meja.
- Tidak ada area duduk di dalam aula. Kemarin waktu saya memilih-milih buku mana yang akan dibawa pulang, saya jongkok saja di dekat meja. Hehe... Sepertinya panitia sudah maklum dengan kelakuan pengunjung yang seperti ini.

Tips yang cukup lengkap sudah ditulis Mbak Ren di blognya. Baca dulu yaa...

Okeeey The Big Bad Wolf, semoga tahun depan kita bertemu lagiii... :D

1 comment:

  1. Banyak pameran besar dibuat di Indonesia namun tidak semua pameran yang dibuat mampu mencapai target. Berikut cara membangun pameran dengan skala yang besar.

    ReplyDelete