Monday, February 3, 2014

Buying Monday #7


Sudah awal bulan lagi, saatnya Buying Monday! Sebenarnya, hampiir saja bulan ini saya lolos dari BM. Tapii, pertahanan akhirnya jebol juga di tanggal 31 Januari lho ya… Sehari lagi menuju bulan baru. Jadi akhir bulan kemarin saya pulang ke Jogja. Ketemu sama temen-temen BBI Joglosemar di Togamas yang baru menggelar diskon 30% all item. Habis itu ketemu temen yang saya titipin beli buku juga. Jadi inilah warga baru di rak…



  1. 5 Pesan Damai – vbi_djenggotten. Sudah lama masuk wishlist, dan akhirnya beli di Togamas diskon 30%. Berhasil pulang dengan satu buku saja.
  2. Mencari Tepi Langit - Fauzan Mukrim. Swap dengan Mbak Desti via Mas Dion, haha…
  3. A Dash of Magic – Kathryn Littlewood. Sudah berniat koleksi seri ini.
  4. Pada Suatu Hari Nanti, Malam Wabah – Sapardi Djoko Damono. Jatuh cinta sejak lihat cover dan penulisnya. Dua buku terakhir titip temen di Jogja.

Itulah BM kali ini, 4 buku saja. Mengingat-ingat timbunan yang semakin menggunung cukup efektif untuk mengurangi kalap akhir-akhir ini. Hehe...

Ayo ikut BM juga
  • Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin'.
  • Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin pertama di bulan berikutnya.
  • Masukan link post tersebut di linky yang disediakan.
  • Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
  • Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
  • Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D
  • Thursday, January 30, 2014

    [Review & Secret Santa] Keluarga Cemara

     

    Judul buku: Keluarga Cemara
    Penulis: Arswendo Atmowiloto
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan: I, November 2013

    Keluarga Cemara sebenarnya sudah diterbitkan GPU sekitar tahun 1980-an. Awalnya, buku ini dibuat berseri. Judulnya Keluarga Cemara, Musik Musim Hujan, Kupon Kemenangan, Tempat Minum Plastik dari Toko, Becak Emak, dan Bunga Pengantin. Baru-baru ini GPU menerbitkannya kembali, membagi seri ini dalam dua buku. Untuk reviewnya saya jadikan satu di sini ya :)

    Ada lima tokoh utama dalam Keluarga Cemara: Abah, Emak, Euis, Ara, dan Agil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana. Sehari-harinya, Abah bekerja sebagai penarik becak. Emak membuat opak untuk membantu ekonomi keluarga. Euis sudah bersekolah di SMP, tapi sehari-harinya ia juga menjual opak di terminal. Ara masih SD, jika ia sudah beranjak remaja nanti, Ara pun akan menemani Euis berjualan opak. Agil adalah yang paling kecil, anak bungsu yang selalu ingin ikut kakaknya ke mana saja.

    Tuesday, January 28, 2014

    [Review] The Tale of Peter Rabbit

    Judul: The Tale of Peter Rabbit
    Penulis: Beatrix Potter
    Format: ebook gutenberg.org

    Alkisah, ada empat kelinci bersaudara, Flopsy, Mopsy, Cotton-tail, dan Peter. Mereka tinggal bersama ibunya. Suatu hari, keempatnya bermain-main di luar rumah. Pesan sang ibu cuma satu, jangan masuk ke kebun Mr. McGregor. Flopsy, Mopsy, dan Cotton-tail adalah kelinci-kelinci penurut. Mereka tidak melanggar kata-kata ibunya. Tapi, bagaimana dengan Peter? Oh, kelinci yang satu ini memang penuh rasa penasaran. Dia justru sengaja masuk ke kebun Mr. McGregor.

    Peter kegirangan. Dia makan berbagai sayuran yang ada di kebun. Cuma satu yang tidak ia harapkan, tapi justru itulah yang terjadi: bertemu dengan Mr. McGregor. Peter langsung lari menyelamatkan diri. Mr. McGregor tentu tak mau melepaskannya begitu saja. Ia mengejar ke manapun Peter berlari. Simak keseruan Peter yang berusaha kabur dari kebun Mr. McGregor di buku ini.

    The Tale of Peter Rabbit adalah kisah klasik yang sangat terkenal. Format bukunya pun bermacam-macam, mulai dari board book, pop up, ebook, dll. Ini adalah kisah yang cocok dibaca anak-anak kapan saja. Saya bukan ahli ilustrasi, tapi saya merasa ilustrasi di buku-buku Peter Rabbit ini sangat lembut dan tenang. Kalimatnya juga tidak terlalu panjang, mudah dibaca anak-anak.

    Ini review yang sangat singkat untuk buku yang memang tidak terlalu tebal. Cocok sekali dijadikan selingan di waktu senggang. Sebuah kisah yang tak lekang dimakan masa. Pesan moralnya, patuhilah kata-kata orangtuamu. :)


    Sunday, January 12, 2014

    [Review] Goddess Girls: Si Cerdas Athena

    Judul: Goddess Girls: Si Cerdas Athena
    Penulis: Joan Holub & Suzanne Williams
    Penerjemah: Jia Effendie
    Penyunting: Fenty Nadia
    Pewajah Isi: Aniza Pujiati
    Penerbit: Atria
    Tebal: 170 hlm
    Cetakan: 1, Januari 2013



    Athena tidak tahu siapa orangtuanya selama 12 tahun. Tiba-tiba, sebuah surat datang dan mengabarkan bahwa Dewa Zeus adalah ayahnya. Ia harus segera pindah ke Akademi Gunung Olimpus. Bersekolah bersama dewa-dewi. Athena senang dan sedih di waktu yang bersamaan. Ia senang karena 'keanehannya' selama ini terjawab sudah. Ia memang berbeda. Namun, ia juga sedih karena harus berpisah dengan Pallas yang sudah ia anggap sebagai saudari.

    Hari-hari Athena di sekolah baru pun dimulai. Kocak banget. Dia mengambil kelas Ilmu Pengetahuan Pahlawan, Ilmu Mantra, Ilmu Membalas Dendam, Ilmu Para Monster, dan Ilmu Kecantikan. Pastinya dia juga punya teman-teman baru dong di sana. Pandora, Aphrodite, Persephone. Oh, jangan lupakan Medusa yang terkenal dengan rambut ularnya. Buku ini punya versi tersendiri kenapa Medusa sampai punya rambut ular. Athena juga akan bertemu dengan Poseidon, dewa yang punya banyak fans di mana-mana. Ternyata fangirling juga terjadi di khayangan sana. Hahaha...

    Goddess Girls benar-benar sebuah bacaan ringan yang menyenangkan. Tanpa sadar kita bisa belajar mitologi Yunani di sini. Kehidupan Athena di sana hampir sama dengan sekolah di bumi. Ada teman, ada juga yang sinis. Di sana juga ada ekstrakurikuler seperti sekolah di bumi kok. Membaca buku ini benar-benar refreshing! Saya menghabiskannya dalam waktu kurang lebih tiga jam saja.

    Terjemahannya oke banget. Buku ini terdiri dari beberapa serial. Semoga Atria melanjutkan penerjemahan seri ini ya... Salam petir!

    4 bintang dari saya.

    [Review] Homeless Bird

    Judul : Homeless Bird
    Penulis: Gloria Whelan
    Penerjemah: Ija Wajdi
    Penyunting: Jia Effendie
    Penyelaras aksara: Fenty Nadia
    Pewajah Isi: Aniza Pujiati
    Penerbit: Atria
    Cetakan: 1, September 2012




    Koly baru berusia tiga belas tahun ketika keluarganya sudah membicarakan pernikahan. Usia yang masih begitu muda, tapi sangat wajar menjalani pernikahan di India. Ayah dan ibunya segera mencari calon suami untuk Koly. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan calon tersebut. Hari adalah orangnya. Seorang laki-laki yang berusia 16 tahun. Keluarga Koly segera menyiapkan mas kawin. Pernikahan pun segera dilangsungkan.

    Di hari pernikahan itulah Koly melihat Hari untuk pertama kalinya. Kejanggalan mulai terlihat. Hari tidak seperti pemuda berusia 16 tahun. Dia tampak jauh lebih muda. Lebih dari itu, Hari sedang sakit keras. Tak lama setelah hari pernikahannya, Koly mengetahui bahwa mertuanya tidak menginginkan Koly. Mereka menerima Koly sebagai menantu karena membutuhkan mas kawin untuk pengobatan Hari. 

    Koly, di usia semuda itu, mulai merasa bimbang, tersingkir. Hilang sudah bayangan manis tentang pernikahan yang selama ini dibayangkannya. Ia bahkan tak bisa bercakap-cakap secara bebas dengan suaminya. Ia juga tak bisa kembali menemui orangtuanya. Tradisi tak memperbolehkan itu. Koly menyadari, inilah hidup yang harus ia tempuh. Suka maupun tidak. Beranikah ia melawan?

    Bukan pertama kali ini saya membaca novel tentang pernikahan di India. Namun, saya masih tidak bisa mengerti bagaimana usia 13 tahun bisa dianggap sebagai usia yang matang untuk menikah. Mungkin di Indonesia juga masih ada yang seperti ini. Saya mencoba mengingat-ingat kembali masa ketika saya berusia 13 tahun. Pernikahan rasanya masih begitu jauh. Saya masih asyik sekolah, menikmati waktu bersama teman-teman.

    Koly adalah gadis yang mulai berpikiran modern. Di lingkungannya, wanita tak perlu sekolah. Pendidikan tak akan dibutuhkan setelah menikah. Namun, Koly diam-diam rindu menerima pengetahuan dari bangku sekolah. Sangat wajar, karena ia sebenarnya masih berada di usia ketika rasa ingin tahu selalu datang.

    "Saat Maa mengirimku ke desa untuk mengunjungi beberapa tempat, aku berlama-lama berhenti di bawah jendela sekolah untuk mendengarkan para murid menghafalkan pelajaran. Tetapi, pelajaran itu tidak seperti penyakit campak. Aku tidak bisa langsung tertular."

    Buku ini memberi pengetahuan baru bagi saya tentang kehidupan sosial di India. Yang saya tangkap, pernikahan berarti 'memberikan' anak perempuan kepada keluarga suami. Apapun yang terjadi, istri harus mengikuti keluarga suami. Istri yang kembali ke orangtuanya akan menimbulkan aib. Saya sempat tercenung ketika membaca kutipan di bawah ini. Apakah hubungan anak perempuan dan orangtuanya benar-benar terputus sampai ia tidak tahu apa yang terjadi di keluarganya?

    "Jika keluargaku mendengar apa yang terjadi padaku, mereka akan sedih dan bahkan malu. Sekarang barangkali abangku sudah menikah, dan istrinya akan tinggal di rumah orangtuaku."

    Saya kurang tahu, apakah di masa modern ini tradisinya tetap seperti itu. Mungkin keadaannya beragam, seperti di Indonesia. Koly sudah mengalami begitu banyak hal di usia semuda itu. Beruntung ia punya keahlian, dan semangat belajar. Itu membuktikan pendidikan bisa menjadi modal dalam keadaan apapun. 3,5 bintang dari saya. 

    Thursday, January 9, 2014

    Rangkuman Receh for Books 2013 + Master Post Receh untuk Buku 2014

    Selamat pagi!
    Tahun lalu, saya ikut challenge ngumpulin duit receh yang digagas oleh Maya @ Dear Readers. Intinya, kita ngumpulin uang receh selama setahun. Nanti hasilnya untuk beli buku. Nah, baru semalem ni saya bongkar celengan yang saya pakai setahun kemarin. Beginilah penampakannya.


    Setelah diitung-itung, receh yang berhasil saya kumpulkan berjumlah Rp 55.700,00. Lumayan ya untuk tambah-tambah beli buku :) Pertanyaan selanjutnya, dari uang itu saya udah beli apa? Nah, saya sedang bertekad mengurangi beli buku karena udah pening lihat timbunan. Jadi, untuk sementara uangnya belum dibelanjakan. Gpp ya May? Hehe... Tenang, uang tetap saya simpan untuk budget beli buku kok. Karena terkadang godaan datang begitu besar, bisa jadi uang itu akan saya gunakan dalam waktu dekat. Haha.. (sama aja dong nggak tobat).

    Tahun ini, Maya kembali mengadakan event serupa yang namanya diubah jadi Receh untuk Buku 2014. Ikutan lagi? Pasti! Mari mulai sekarang juga :D

    Ayo ikutan juga...
    Untuk yang mau ikut tantangan ini, peraturannya masih sama dengan tahun lalu :
    • Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember
    • Jangan dihitung sampai akhir tahun 2014
    • Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain
    • Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky
    • Pasang banner Receh Untuk Buku

    Tuesday, January 7, 2014

    [Master Post] New Authors Reading Challenge 2014

     

    Mbak Ren bikin New Authors Reading Challenge lagi!! Sebenarnya udah niat nggak ikut banyak-banyak RC tahun ini. Tapi yang satu begitu menggoda. Karena selalu ada new authors di timbunan saya XD

    Sesuai namanya, di RC ini kita akan membaca buku dari penulis yang belum kita kenal sebelumnya. Belum kenal dalam arti kita belum pernah baca bukunya ya.. Nah untuk levelnya saya pilih MIDDLE, membaca 15-30 buku dari pengarang yang belum saya kenal.

    Mari ramai-ramai ikut RC ini juga. Cek syarat dan ketentuan di sini.